
Kondisi ketika gigi bungsu tidak dapat tumbuh atau keluar ke dalam rongga mulut secara normal disebut impaksi gigi bungsu.
Impaksi dapat terjadi pada gigi bungsu rahang atas maupun rahang bawah, tetapi lebih sering menimbulkan masalah pada gigi bungsu rahang bawah.
Apa yang Dimaksud dengan Impaksi Gigi Bungsu?
Impaksi gigi bungsu adalah kondisi ketika gigi bungsu terhalang untuk tumbuh secara normal sehingga sebagian atau seluruh bagian gigi tetap berada di dalam gusi atau tulang.
Penyebab yang sering terjadi adalah kurangnya ruang di belakang gigi geraham kedua. Selain itu, arah pertumbuhan gigi yang tidak sesuai juga dapat menyebabkan gigi bungsu tidak dapat keluar dengan sempurna.
Tidak semua gigi bungsu yang impaksi langsung menimbulkan keluhan. Ada yang tidak terasa sakit selama bertahun-tahun. Namun, gigi bungsu yang tumbuh dengan posisi tidak ideal dapat meningkatkan risiko berbagai masalah di kemudian hari.
Klasifikasi Impaksi Gigi Bungsu
Impaksi gigi bungsu dapat memiliki bentuk dan posisi yang berbeda. Secara sederhana, kondisi tersebut dapat dilihat dari seberapa banyak gigi yang terpendam dan arah pertumbuhannya.
Berdasarkan Bagian Gigi yang Terpendam
1. Terpendam seluruhnya
Pada kondisi ini, seluruh gigi bungsu masih berada di dalam gusi atau tulang dan tidak terlihat di dalam rongga mulut.
Meskipun tidak terlihat, gigi tersebut tetap dapat memberikan tekanan pada jaringan atau gigi di sekitarnya dan berpotensi menimbulkan masalah.
2. Terpendam sebagian
Pada kondisi ini, sebagian gigi bungsu sudah muncul ke dalam rongga mulut, sedangkan sebagian lainnya masih tertutup oleh gusi atau tulang.
Gigi bungsu yang hanya tumbuh sebagian sering kali lebih mudah menjadi tempat terselipnya makanan dan berkumpulnya bakteri. Kondisi ini dapat menyebabkan peradangan pada jaringan gusi di sekitar gigi bungsu.
Berdasarkan Arah Pertumbuhannya
1. Posisi vertikal atau relatif lurus
Gigi bungsu tumbuh dengan arah yang relatif lurus seperti gigi geraham lainnya. Jika ruangnya cukup dan gigi dapat tumbuh sempurna, kondisi ini dapat tidak menimbulkan masalah.
2. Posisi miring atau mesioangular
Pada posisi mesioangular, gigi bungsu tumbuh miring ke arah gigi geraham di depannya.
Posisi ini cukup sering ditemukan dan dapat menyebabkan makanan mudah terselip di antara gigi bungsu dan geraham di depannya. Dalam jangka panjang, kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko kerusakan pada kedua gigi.
3. Posisi horizontal
Pada impaksi horizontal, gigi bungsu tumbuh dalam posisi hampir mendatar atau tidur. Mahkota gigi dapat menekan atau mengarah ke gigi geraham di depannya.
Posisi seperti ini umumnya tidak memungkinkan gigi bungsu tumbuh dengan normal dan dapat memberikan tekanan pada gigi di sebelahnya.
4. Tumbuh ke arah pipi
Pada beberapa kasus, gigi bungsu dapat tumbuh dengan arah yang menyimpang ke arah pipi. Posisi ini dapat menyebabkan pipi bagian dalam sering tergigit ketika mengunyah.
Gigitan yang terjadi berulang kali dapat menyebabkan jaringan pipi mengalami iritasi, luka, peradangan, dan pembengkakan. Kondisi ini tentunya dapat menimbulkan rasa tidak nyaman, terutama saat makan.
Apa yang Terjadi Jika Gigi Bungsu yang Tidak Baik Dibiarkan?
Gigi bungsu yang tumbuh dengan posisi tidak ideal tidak selalu langsung menimbulkan rasa sakit. Namun, bukan berarti kondisi tersebut aman untuk diabaikan.
Salah satu keluhan yang dapat muncul adalah sakit secara spontan, terutama ketika terjadi peradangan atau infeksi di sekitar gigi bungsu.
Gusi di sekitar gigi bungsu juga dapat menjadi bengkak, merah, dan terasa nyeri. Pada kondisi yang lebih berat, pembengkakan dapat meluas hingga menyebabkan pipi ikut membengkak.
Selain itu, gigi bungsu yang tumbuh miring atau terpendam sebagian dapat membuat makanan lebih mudah terselip di antara gigi bungsu dan gigi geraham di depannya.
Gigi Geraham di Depan Bisa Ikut Berlubang
Salah satu masalah yang sering kurang disadari adalah kerusakan pada gigi geraham kedua, yaitu gigi yang berada tepat di depan gigi bungsu.
Ketika gigi bungsu tumbuh miring atau horizontal, area di antara kedua gigi dapat menjadi tempat berkumpulnya sisa makanan dan plak. Lama-kelamaan, kondisi ini dapat menyebabkan gigi geraham di depannya mengalami karies atau berlubang.
Yang menjadi tantangan, lubang tersebut sering kali terbentuk pada bagian samping gigi yang dekat dengan akar. Lokasinya sulit terlihat secara langsung dan juga lebih sulit dibersihkan.
Akibatnya, pasien terkadang baru menyadari adanya masalah ketika gigi sudah mengalami kerusakan yang cukup dalam.
Karena itu, pemeriksaan gigi bungsu tidak hanya bertujuan melihat kondisi gigi bungsu itu sendiri, tetapi juga untuk memastikan gigi di sekitarnya tetap sehat.
Bagaimana Penanganan Gigi Bungsu yang Impaksi?
Jika gigi bungsu mengalami impaksi dan menimbulkan masalah atau memiliki risiko tertentu, salah satu tindakan yang dapat dilakukan adalah odontektomi.
Odontektomi merupakan tindakan bedah untuk mengangkat gigi yang mengalami impaksi. Prosedur ini umumnya dilakukan dengan anestesi lokal atau bius lokal, sehingga selama tindakan berlangsung pasien tetap sadar tetapi area yang dikerjakan dibuat mati rasa. Dengan anestesi yang tepat, prosedur dapat dilakukan dengan rasa sakit yang minimal.
Pada gigi bungsu yang posisinya sulit, dokter mungkin perlu melakukan tindakan bedah kecil pada gusi dan, pada kondisi tertentu, mengambil sebagian tulang di sekitar gigi agar gigi dapat dikeluarkan dengan aman.
Setelah odontektomi, dokter dapat memberikan obat pereda nyeri dan obat untuk membantu mengurangi pembengkakan sesuai kondisi pasien. Antibiotik juga dapat diresepkan apabila terdapat indikasi atau memang diperlukan berdasarkan kondisi klinis pasien.
Setelah tindakan, pasien tetap perlu mengikuti instruksi perawatan dari dokter agar proses penyembuhan berjalan dengan baik.
Kapan Gigi Bungsu Perlu Diperiksa?
Jika gigi bungsu belum tumbuh sempurna, sering terasa sakit, gusi di belakang gigi sering bengkak, makanan sering terselip, pipi bagian dalam sering tergigit, atau terdapat kesulitan membuka mulut saat sedang sakit, sebaiknya lakukan pemeriksaan ke dokter gigi.
Dokter dapat melakukan pemeriksaan langsung dan, bila diperlukan, pemeriksaan rontgen untuk mengetahui posisi gigi bungsu serta hubungannya dengan gigi dan struktur di sekitarnya.
Tidak semua gigi bungsu impaksi harus langsung dicabut. Keputusan perawatan perlu disesuaikan dengan posisi gigi, kondisi jaringan di sekitarnya, adanya keluhan, serta risiko yang mungkin terjadi jika gigi tersebut dipertahankan.
Konsultasikan Gigi Bungsu Anda di KER Dental
Gigi bungsu yang tidak menimbulkan keluhan bukan berarti selalu tidak memiliki risiko. Pemeriksaan dapat membantu mengetahui posisi gigi bungsu dan kondisi gigi di sekitarnya sejak dini.
Jika Anda mengalami gigi bungsu sakit, gusi belakang bengkak, pipi bengkak, pipi bagian dalam sering tergigit, atau gigi bungsu tumbuh miring, konsultasikan kondisi Anda dengan dokter gigi di KER Dental, Cihampelas, Bandung.
Dengan pemeriksaan yang tepat, kondisi gigi bungsu dapat dievaluasi dan pilihan perawatan, termasuk odontektomi bila diperlukan, dapat ditentukan sesuai kebutuhan Anda.
KER DentalCare Refined. Smiles Elevated.