
Pasang behel bukan sekadar soal penampilan. Susunan gigi yang rapi memudahkan pembersihan, meratakan beban kunyah, dan mengurangi risiko kerusakan sendi rahang. Kalau Anda sedang mempertimbangkannya, panduan ini menjawab pertanyaan yang paling sering kami terima.
Berapa usia ideal memakai behel?
Perawatan ortodonti paling efisien dilakukan saat pertumbuhan rahang masih berlangsung, sekitar usia 13 tahun atau pada saat gigi susu sudah tanggal seluruhnya. Meski begitu, orang dewasa tetap bisa dirawat dengan hasil yang baik, hanya saja waktunya cenderung lebih panjang.
Jenis behel yang tersedia
Behel metal konvensional
Paling umum, paling terjangkau, dan efektif untuk hampir semua kasus. Braketnya terlihat, tetapi kekuatannya sudah teruji.
Behel clear ceramic / shappire
Warnanya menyerupai gigi sehingga lebih samar. Perlu perhatian ekstra karena lebih mudah berubah warna jika sering terkena kopi atau teh.
Behel self-ligating Damon
Bracket gigi modern yang tidak menggunakan karet elastis untuk menahan kawat utama, melainkan memanfaatkan mekanisme pintu klip kecil (slide mechanism). Teknologi ini membuat pergerakan gigi terasa lebih nyaman, minim rasa sakit karena gesekan yang lebih kecil, dan lebih mudah dibersihkan.
Clear aligner
Berupa lapisan bening yang bisa dilepas. Nyaman dan hampir tidak terlihat, tetapi hasilnya sangat bergantung pada kedisiplinan pemakainya, minimal 20 jam sehari.
Berapa lama perawatannya?
Rata-rata 1,5 - 3 tahun, tergantung tingkat kesulitan kasus. Kunjungan kontrol biasanya setiap empat sampai enam minggu untuk menyesuaikan tekanan kawat.
Persiapan Sebelum Pakai Behel: Apa Saja yang Perlu Dilakukan?Memutuskan untuk menggunakan behel merupakan langkah penting untuk memperbaiki susunan gigi dan kesehatan gigi secara keseluruhan. Namun, sebelum behel dipasang, ada beberapa hal yang perlu dipersiapkan agar perawatan ortodonti dapat berjalan dengan baik.
Persiapan sebelum pakai behel bukan hanya tentang memilih jenis behel atau menentukan warna karet. Kondisi gigi dan gusi juga perlu diperiksa terlebih dahulu untuk memastikan perawatan dapat dilakukan dengan aman dan sesuai kebutuhan.
Berikut beberapa persiapan yang sebaiknya dilakukan sebelum memasang behel.
1. Lakukan Konsultasi dengan Dokter Gigi Spesialis Ortodonti
Langkah pertama sebelum menggunakan behel adalah melakukan konsultasi. Dokter akan memeriksa kondisi gigi, gusi, rahang, serta hubungan antara gigi atas dan bawah. Pemeriksaan ini penting karena setiap orang memiliki kondisi gigi dan kebutuhan perawatan yang berbeda. Behel tidak hanya digunakan untuk merapikan gigi, tetapi juga dapat membantu memperbaiki hubungan gigitan dan posisi rahang dalam kondisi tertentu. Dokter juga akan menjelaskan pilihan perawatan yang sesuai, perkiraan lama perawatan, serta hal-hal yang perlu diperhatikan selama menggunakan behel.
2. Pastikan Tidak Ada Gigi Berlubang atau Masalah Gusi
Sebelum behel dipasang, kondisi kesehatan gigi dan gusi perlu diperhatikan. Jika terdapat gigi berlubang, karang gigi, atau masalah pada gusi, biasanya masalah tersebut perlu ditangani terlebih dahulu. Behel membuat beberapa bagian gigi menjadi lebih sulit dibersihkan. Oleh karena itu, memasang behel ketika kebersihan dan kesehatan gigi belum optimal dapat meningkatkan risiko munculnya masalah baru selama perawatan. Dengan memastikan gigi dan gusi dalam kondisi sehat sejak awal, perawatan ortodonti dapat berjalan dengan lebih nyaman.
3. Lakukan Pemeriksaan Penunjang Jika Diperlukan
Dalam perawatan ortodonti, dokter mungkin memerlukan pemeriksaan tambahan, seperti foto rontgen gigi panoramik dan sefalometri. Pemeriksaan ini membantu dokter melihat kondisi yang tidak dapat terlihat hanya dari pemeriksaan di dalam mulut, misalnya posisi akar gigi, gigi yang belum tumbuh, gigi yang impaksi, atau kondisi tulang rahang. Hasil pemeriksaan tersebut kemudian digunakan untuk membantu dokter menyusun rencana perawatan behel yang sesuai dengan kondisi pasien.
4. Bersihkan Karang Gigi dan Jaga Kebersihan Mulut
Jika terdapat banyak karang gigi atau plak, dokter mungkin menyarankan pembersihan gigi terlebih dahulu sebelum pemasangan behel. Kebersihan mulut menjadi semakin penting setelah behel terpasang karena bracket dan kawat dapat menjadi tempat berkumpulnya plak dan sisa makanan. Karena itu, sebelum mulai menggunakan behel, pasien sebaiknya sudah terbiasa menjaga kebersihan gigi dengan baik, termasuk menyikat gigi secara rutin dan membersihkan sela-sela gigi.
5. Pahami Cara Merawat Gigi Selama Menggunakan Behel
Persiapan sebelum pakai behel juga mencakup kesiapan untuk mengubah beberapa kebiasaan sehari-hari. Setelah behel terpasang, pasien perlu lebih teliti membersihkan gigi. Sikat gigi khusus ortodonti, interdental brush, atau alat pembersih lainnya dapat membantu membersihkan area di sekitar bracket dan sela-sela gigi. Selain itu, makanan yang terlalu keras atau lengket sebaiknya dihindari karena dapat merusak bracket atau kawat.
6. Siapkan Diri untuk Kontrol Secara Rutin
Perawatan behel membutuhkan kontrol secara berkala. Pada setiap kunjungan, dokter akan mengevaluasi perkembangan perawatan dan melakukan penyesuaian sesuai kebutuhan. Karena itu, sebelum memasang behel, pastikan Anda memiliki waktu untuk melakukan kontrol sesuai jadwal yang diberikan oleh dokter. Kedisiplinan dalam melakukan kontrol merupakan salah satu bagian penting untuk membantu perawatan berjalan sesuai rencana.
Siap Memulai Perawatan Behel?
Setiap susunan gigi memiliki kebutuhan perawatan yang berbeda. Karena itu, langkah terbaik sebelum memasang behel adalah melakukan pemeriksaan dan konsultasi terlebih dahulu. KER Dental hadir dengan pendekatan perawatan yang mengutamakan kualitas, kenyamanan, dan perencanaan perawatan yang sesuai dengan kebutuhan setiap pasien. Jika Anda sedang mempertimbangkan pasang behel di Bandung, konsultasikan kondisi gigi Anda bersama dokter gigi spesialis ortodonti di KER Dental (Klinik gigi Bandung)
Mulai perjalanan menuju senyum yang lebih sehat dan percaya diri bersama KER Dental